Ketika Anda melamar kerja, pastikan terlebih dahulu apa saja job description yang diberikan, kualifikasi dan persyaratan yang diminta oleh perusahaan tersebut apakah sudah sesuai dengan yang Anda miliki. Sebelum mendapatkan pekerjaan yang diimpikan, ada beberapa tahapan yang harus dijalani calon karyawan.
Jika Anda sudah mengetahui semua informasi tentang pekerjaan yang akan dilamar dan sudah melakukan pendaftaran, proses selanjutnya adalah tahapan interview. Saat interview, Anda akan ditanyakan berbagai macam hal mulai dari data diri, motivasi mengambil posisi tersebut, kekurangan dan kelebihan, pengalaman yang sudah pernah dilakukan, karya yang anda miliki, hingga pertanyaan tentang gaji. Sayangnya, ada beberapa orang yang tidak lolos interview karena salah strategi tawar menawar gaji saat interview.
Cherry Pedia akan memberikan tips menjawab nego gaji di saat interview untuk Anda yang sedang mencari kerja.
Jika Anda ditanyakan tentang ekspektasi gaji lalu menyebutkan nominal yang paling tinggi tanpa dasar dan hanya karena keinginan semata, perusahaan tidak akan mempertimbangkanmu sebagai karyawan. Seorang fresh graduate mendapatkan gaji yang berbeda dari yang sudah berpengalaman.
Ini adalah beberapa cara negosiasi gaji saat interview kerja yang benar, sehingga Anda tetap bisa menjawab dengan maksimal.
Mencari Informasi Tentang Gaji dari Sumber yang Terpercaya
Sebelum melakukan interview, salah satu hal yang harus diketahui adalah gaji yang berlaku di lokasi tempat tinggal Anda. Biasanya gaji yang diberikan berpijak pada Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Nominal UMR dan UMK di setiap wilayah tidak sama, sehingga Anda bisa mencari tahu terkait gaji minimal yang akan diberikan perusahaan. Misalkan, besaran UMR pada tahun 2020 di Jakarta sekitar 4,2 juta sedangkan UMR di Tangerang 4,1 juta.
Gaji yang diberikan juga dipengaruhi oleh jabatan yang ditempati, posisi yang dilamar, dan latar belakang pendidikan. Jika pekerjaan yang Anda lamar bersifat umum dan tidak memerlukan keahlian khusus, maka upah minimum yang akan Anda terima adalah UMR atau UMK. Gaji yang akan didapatkan kemungkinan bisa melebihi UMR atau UMK apabila posisi yang dilamar membutuhkan keterampilan khusus.
Sebutkan Secara Spesifik Nominal Gaji yang Diinginkan
Memberitahu ekspektasi gaji yang diinginkan tidak berarti terlihat matrealistis. Hal tersebut menggambarkan bahwa Anda adalah sosok yang tegas juga bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
Proses interview memiliki pola yang berbeda, sesuai dengan ketentuan HRD atau perusahaan itu sendiri. Terkadang HRD langsung bertanya mengenai ekspektasi gaji. Jika Anda ada di posisi tersebut, katakan saja langsung berapa nominal yang Anda inginkan, sesuai dengan informasi yang sudah Anda dapatkan, bukan dengan perkiraan.
Untuk meyakinkan recruiter, sebutkan nominal kisaran UMR atau UMK di wilayah Anda, kemudian ajukan nominal ekspektasi gaji yang diinginkan beserta alasan.
Negosiasi Gaji dengan Penambahan Benefit
Jika Anda memiliki ekspektasi gaji sebesar 7 juta rupiah sebagai gaji awal di perusahaan yang sedang melakukan negosiasi, tetapi perusahaan tetap bersikeras hanya bisa memberikan 6 juta rupiah saja, Anda dapat menggunakan cara lain. Di situasi seperti ini, cara yang bisa Anda lakukan adalah mencoba mengajukan benefit yang lainnya, seperti :
Tambahan Cuti
Waktu libur lebih adalah salah satu benefit yang diminati selain kesehatan dan flexible working hour. Apabila perusahaan beroperasi hingga hari sabtu, Anda juga bisa meminta benefit sampai dengan hari tersebut. Contohnya, Anda bisa meminta lebih banyak day-off pada hari Sabtu dalam sebulan. Jika dalam satu bulan Anda mendapatkan jadwal day-off pada hari Sabtu sebanyak 2 kali, coba ajukan untuk mendapatkan satu kali kerja di hari Sabtu, sebagai pengganti nominal gaji yang diinginkan.
Bonus
Anda bisa menegosiasikan bonus yang tidak berbentuk uang, tetapi voucher kendaraan umum seperti (taxi konvensional maupun online) atau voucher belanja.
Flexible Ketika Mengajukan Ekspektasi Gaji
Hal yang akan dibicarakan oleh HRD adalah tentang nominal gaji pokok dan komponen gaji lainnya. Apabila belum diterima, Anda boleh bertanya tentang tunjangan lainnya yang dapat diberikan oleh perusahaan. Ini akan berbanding lurus dengan kenaikan gaji yang diharapkan. Misal, ketika pengajuan Anda ditolak, tetapi perusahaan memberikan asuransi kesehatan, transportasi, bonus, tambahan cuti dan lain sebagainya, hal tersebut bisa menjadi solusi.
Tenang Dalam Pengajuan Nominal Gaji
Apabila Anda merasa yakin bisa mendapatkan gaji di atas rata-rata karena sudah memiliki banyak pengalaman kerja, sampaikan keinginan Anda dengan tenang. Berikan alasan yang akan menguatkan argumen Anda saat mengajukan nominal tersebut. Bukan hal yang mustahil, setelah melakukan interview dilakukan, HRD akan meninjau kembali gaji yang Anda ajukan.
Nah, ini adalah 5 tips negosiasi gaji saat interview yang kami berikan untuk Anda yang sedang mencari kerja dan akan melakukan interview. Anda bisa terapkan ini untuk calon perusahaan.
Anda bisa membaca Artikel lainnya di Cherry Pedia dan Follow Instagram kami @cherryapps.id