Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang awalnya berjalan dari tanggal 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021 nanti diputuskan untuk dilanjutkan sampai dengan 6 minggu ke depan. Peraturan ini berlaku bagi semua kalangan masyarakat di Pulau Jawa dan Bali. Dengan adanya PPKM, masyarakat diminta untuk menjalankan semua kegiatan dari rumah termasuk masyarakat yang bekerja.
Lewat PPKM, Pemerintah mendorong perusahaan di industri non-esensial untuk menjalankan metode bekerja dari rumah atau yang biasa disebut Work from Home (WFH). Dengan metode WFH, diharapkan penyebaran virus Covid-19 dapat dicegah.
Metode Work from Home bukan metode bekerja yang baru. Metode ini mulai dikenal sejak ratusan tahun lalu sampai akhirnya semakin dipopulerkan oleh Jack Nilles, seorang mantan insinyur NASA pada tahun 1970-an. Jack Nilles memperkenalkan konsep telecommuting dengan memaksimalkan teknologi komunikasi sehingga karyawan tidak perlu pergi ke kantor. Konsep ini mengedepankan fleksibilitas bagi para pekerja.
Awalnya, banyak perusahaan bersikap skeptis dengan metode WFH. Dikhawatirkan karyawan tidak dapat bekerja secara maksimal apabila dilakukan tanpa pengawasan langsung seperti saat Work from Office (WFO).
Akan tetapi, apabila dijalankan dengan cara-cara kreatif, karyawan tetap dapat produktif untuk mencapai target yang ditetapkan. Untuk itu, simak tips dari CherryApps untuk teman-teman Human Resource (HR) dapat mengelola karyawan saat WFH di bawah ini:
1. Membuat Target Kerja yang Jelas
Work from Home dapat menjadi metode bekerja yang efektif apabila setiap manager atau leader menentukan target tim dengan jelas. Manager dapat menentukan target kerja sebulan yang dibagi per hari dan per orang. Diharapkan dengan target yang sudah disesuaikan dengan proporsi per orang, setiap orang dapat terlibat langsung dan bertanggung jawab penuh atas target yang dimiliki.
Selain memberikan target kerja yang jelas, evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui pencapaian dan kesulitan per individu dalam satu tim. Setelah evaluasi dilakukan, manager dapat mengapresiasi, mengarahkan atau memberikan solusi kepada anggota tim.
2. Menggunakan Aplikasi Komunikasi
Koordinasi saat WFH dapat terganggu apabila tidak didukung dengan komunikasi yang baik satu sama lain. Untuk berkoordinasi dengan rekan kerja Anda, pastikan Anda menggunakan alat komunikasi seperti Google Hangouts, Telegram, WhatsApp atau aplikasi komunikasi lainnya. Apabila ingin mengedepankan komunikasi lewat video, Anda dapat menggunakan Zoom, Google Meeting atau Skype.
3. Memperkuat Komunikasi Satu Sama Lain
Metode bekerja dari rumah kadang mengurangi esensi serunya berkomunikasi dengan rekan kerja. Untuk itu, sebagai pemimpin, manager dapat sering mengadakan conference call atau team meeting untuk meningkatkan komunikasi satu sama lain. Manager bisa mengadakan online meeting tidak hanya perihal pekerjaan tetapi bisa hal menarik lainnya misal nobar (nonton bareng) tv series, share resep makanan atau sekedar mengobrol perihal kegiatan yang dilakukan saat Work from Home
4. Memperhatikan Kesehatan Mental Karyawan
Beban kerja terkadang bukan menjadi alasan karyawan yang bekerja dari rumah tertekan. Alasan lain stress muncul adalah hilangnya pertemuan dengan dunia luar dari orang di sekitar rumah atau rekan kerja. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif dari Departemen Human Resource (HR) untuk membantu karyawan lebih rileks saat bekerja. Departement Human Resource (HR) dapat mengadakan kegiatan menarik untuk memperkuat komunikasi setiap individu di perusahaan. Itu dapat berbentuk kegiatan game online bersama, kegiatan mini seminar internal atau pelatihan dengan permainan. Jangan lupa gunakan aplikasi komunikasi yang sudah disebutkan di atas untuk memaksimalkan komunikasi antar personal dan tim.
5. Menggunakan HRIS dengan Employee Self Service
Human Resource Information System (HRIS) adalah aplikasi yang membantu departemen Human Resource (HR) untuk mengelola karyawan dengan maksimal. Dengan fitur Employee Self Service, karyawan dapat secara mandiri untuk mengajukan lembur, cuti, reimburse atau pindah shift kerja. Atasan karyawan akan menerima notifikasi dan dapat menyetujui lewat aplikasi HRIS. Karyawan juga akan menerima notifikasi persetujuannya dari aplikasi HRIS.
Dengan aturan PPKM terbaru, CherryApps dapat mengikuti secara fleksibel peraturan perusahaan terkait schedule karyawan yang bekerja dari rumah atau dari kantor. Apabila ada request pindah jadwal, karyawan juga dapat melakukannya langsung dan mendapatkan notifikasi apabila disetujui oleh atasan dan departemen Human Resource (HR).
CherryApps juga dapat membantu perusahaan dalam proses menilai kinerja karyawan, memberikan training bahkan proses penerimaan karyawan baru. Semuanya tetap dapat dilakukan baik karyawan bekerja dari rumah atau di kantor.
Peraturan PPKM terbaru seharusnya tidak menjadi halangan perusahaan beserta karyawannya untuk dapat menjaga diri sekaligus produktif bekerja. Ayo, tetap jalankan protokol kesehatan dan lindungi diri dari Covid-19!
Tertarik untuk melihat kemudahan penggunaan CherryApps pada perusahaan Anda? Silahkan klik “Jadwalkan Demo” dan tim CherryApps akan segera menghubungi Anda.
Anda bisa membaca Artikel lainnya di Cherry Pedia dan Follow Instagram kami @cherryapps.id