Salah satu peran departemen Human Resource (HR) dalam HR management dasar adalah perencanaan sumber daya manusia (SDM). Perencanaan SDM adalah proses perencanaan sistematis yang memaksimalkan SDM sebagai aset bisnis utama. Tim SDM dapat secara proaktif menemukan kandidat yang cocok dan sesuai dengan perencanaan SDM. Menerapkan rencana SDM pun mengharuskan departemen Human Resource (HR) untuk mampu mengidentifikasi, memilih, dan mengembangkan keterampilan atau personel yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Tahapan proses perencanaan sumber daya manusia (SDM) juga meliputi proses payroll untuk menghitung gaji, pengelolaan ketentuan jam kerja, kompensasi dan benefit, proses rekrutmen dan seleksi karyawan, pelatihan skill dan performance appraisal
Performance Appraisal atau Penilaian Kinerja adalah proses penilaian yang bertujuan untuk mengukur kinerja perusahaan selama periode waktu tertentu. Penilaian kinerja sebagai karyawan bukanlah hal baru. Proses ini seringkali menarik bagi para pekerja. Alasannya adalah bahwa proses tersebut dinilai berdasarkan kinerja dan seringkali mempengaruhi pendapatan dan karir.
Semua tahapan proses HR Management dapat dilakukan secara terpusat dengan sistem HRIS sehingga penyimpanan data pegawai, kesulitan pencarian data dan risiko kebocoran data perusahaan dapat diminimalisir.
Apa itu Performance Appraisal atau Penilaian Kinerja?
Penilaian kinerja adalah evaluasi karyawan untuk mengetahui kemampuan apa yang mereka miliki dan mengukur produktivitas dalam bekerja pada rentan waktu tertentu misalnya per 3 bulan, per 6 bulan bahkan per tahun. Penilaian kinerja tidak hanya dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi kerja karyawan, tetapi juga sangat bermanfaat bagi pengembangan diri karyawan.
Penilaian kinerja memiliki beberapa definisi menurut para ahli, salah satunya adalah menurut Gary Dessler yaitu Menilai kinerja karyawan saat ini dan/atau masa lalu, sehubungan dengan standar kinerja mereka. Menurut Anwar Prabu Mangkunegara Hasil kinerja kualitas dan kuantitas prestasi yang dicapai pegawai dalam melaksanakan tugasnya Sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Perusahaan sering menggunakan penilaian ini sebagai dasar untuk kenaikan gaji, promosi, bonus, atau sebagai tolak ukur penurunan pangkat dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tinjauan kinerja yang tepat dan profesional dapat meningkatkan retensi dan inspirasi karyawan serta mencapai tujuan organisasi.
Kriteria Efektivitas Performance Appraisal atau Penilaian Kinerja
Performance appraisal atau penilaian kinerja memiliki beberapa kriteria, berikut adalah kriteria dalam proses pelaksanaannya penilaian.
- Sensitivitas
Kriteria ini adalah sistem penilaian yang dilakukan seharusnya bisa memberikan perbedaan di antara pegawai yang memang efektif dan tidak efektif.
- Dapat Dipercaya
Hasil evaluasi yang diperoleh harus menunjukkan tingkat konsistensi yang tinggi, selain itu sistem yang digunakan untuk proses tersebut harus dapat diandalkan dan dipercaya dengan menggunakan tolak ukur yang akurat, objektif, stabil dan konsisten.
- Relevan
Dalam proses penilaian kinerja, harus ada keterikatan yang sangat jelas antara kriteria kinerja dengan dan tujuan utama dari perusahaan.
- Kepraktisan
Prosesnya harus dipahami oleh manajer dan karyawan, dan bahasa yang digunakan harus jelas, dapat dimengerti, dan mudah digunakan.
- Dapat Diterima
Setiap perilaku kerja telah dinilai dapat diterima oleh pihak karyawan dan perusahaan.
Bagaimana Proses Evaluasi Kinerja?
Penilaian kinerja melalui beberapa proses yang wajib dilakukan karena kegiatan yang satu ini dilakukan secara terus-menerus agar bisa mengetahui tingkat produktivitas dari karyawan. Berikut ini proses dalam penilaian kinerja.
- Analisis Pekerjaan
Analisis pekerjaan dimulai dari menganalisis jabatan. Pekerjaan akan lebih mudah jika mengetahui jabatan atau posisi karyawan. Mereka juga akan mudah untuk menjelaskan seperti apa pekerjaan mereka, tanggung jawab yang harus mereka miliki dan seperti apa kondisi mereka selama bekerja. Proses analisis pekerjaan sangat penting, karena bisa menjadi dasar penetapan standar dan evaluasi. Anda juga dapat melihat apa yang dipahami karyawan tentang pekerjaan dan tanggung jawab mereka.
- Standar Kinerja
Proses evaluasi kinerja selanjutnya yaitu ditinjau berdasarkan standar kinerja. hal yang satu ini dipakai untuk membandingkan output kerja menggunakan standar yang telah ditentukan perusahaan. Hasil berdasarkan perbandingan tadi mampu menciptakan perusahaan mengetahui bagaimana kinerja dan produktivitas berdasarkan para karyawannya. Perbandingan standar kinerja ini akan memberikan gambaran jelas apakah karyawan sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan atau belum. Namun, standar kerja yang diberikan haruslah dibentuk secara spesifik, realistis, terukur, dan mudah dipahami. Jika suatu perusahaan memiliki standar yang terlalu tinggi, maka sudah pasti bisa membuat karyawan kesulitan untuk memenuhi standar yang ada.
- Sistem Penilaian Kinerja
Ada empat metode yang digunakan dalam proses penilaian kinerja. Pertama, ada sistem penilaian perilaku atau metode penliaian kinerja, yang lebih diutamakan daripada penliaian perilaku. Yang kedua adalah metode personal/performance appraisal system, yaitu penilaian kinerja yang mengutamakan pada karakteristik pribadi karyawan. Yang ketiga adalah metode sistem penilaian berorientasi hasil, yaitu penilaian kinerja yang hanya melihat hasil kerja. Yang terakhir adalah metode sistem evaluasi kontingensi, yang merupakan evaluasi kinerja yang komprehensif dari perilaku, sifat, hasil kerja dan aspek lainnya. Dari keempat metode penilaian kinerja tersebut, perusahaan mampu memakai beberapa di antaranya untuk mengevaluasi dan mengukur output kinerja berdasarkan para karyawannya.
Manfaat dari Performance Appraisal atau Penilaian Kinerja
Proses penilaian kinerja memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk karyawan maupun perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penilaian kinerja secara berkala.
- Komunikasi antara karyawan dan perusahaan dapat berjalan sangat baik.
- Mencegah ketidaknyamanan yang berkaitan dengan kualitas perilaku karyawan.
- Anda dapat memberikan informasi yang jelas tentang hasil pekerjaan yang telah dikerjakan oleh karyawan
- Meningkatkan produktivitas karyawan.
Dapat disimpulkan, Performance Appraisal atau Penilaian Kinerja adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mengukur kinerja karyawan dan kesesuaian kemampuan karyawan dengan job descriptionnya. Biasanya, kegiatan performance appraisal atau penilaian kinerja dilakukan oleh Tim Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan. Mulai dari menentukan kriteria manajer, hingga setiap karyawan di setiap departemen.
CherryApps, memahami pentingnya penilaian kinerja karyawan. Oleh karena itu, CherryApps menyediakan kemudahan dari pembagian tugas secara terstruktur dan platform untuk memberikan feedback untuk atasan dan bawahan.
Tertarik untuk melihat kemudahan penggunaan CherryApps pada perusahaan Anda? Silahkan klik “Jadwalkan Demo” dan tim CherryApps akan segera menghubungi Anda.